Selasa, 11 Maret 2014
Browse »
home»
china
»
di
»
meninggal
»
telah
»
tertinggi
»
wanita
»
Wanita Tertinggi di China Telah Meninggal
Wanita Tertinggi di China Telah Meninggal
Rabu, 05 Desember 2012 18:41 wib
Foto : Yao Defen (n-tv)
BEIJING - Yao Defen, perempuan tertinggi di China telah menghembuskan nafas terakhirnya pada 13 November, namun khabar kematiannya baru muncul hari ini. Yao meninggal di usianya yang ke-39.
Perempuan dengan tinggi badan 233 centimeter itu meninggal di rumahnya yang terletak di Desa Shitang. Yao menyidap penyakit gigantisme kerana tumor di kelenjar bawah otaknya. Demikian, seperti diberitakan Telegraph, Rabu (5/12/2012).
Tumor itu ditemukan usai Yao kelelahan sehabis bermain basket dan diangkat pada 2006 silam. Meski demikian, Yao tetap mengalami gangguan kesihatan lain. Pada 2009, Yao sempat pingsan karena adanya pembekuan darah di otaknya.
Yao dinobatkan sebagai perempuan tertinggi di dunia oleh Guinness World Records pada Januari 2010. Perempuan itu sendiri berasal dari keluarga yang miskin dan tidak pernah terjangkau oleh bantuan pemerintah.
Pada pagi hari setelah Yao ditemukan meninggal dunia, para tetangga Yao mendengar teriakan ibunda perempuan tinggi besar itu. Peristiwa itu terjadi saat warga setempat sedang sarapan dan mereka pun langsung menghampiri rumah Yao.
"Saya melihat Yao terbaring di tempat tidur, namun dia tidak bernafas. Saudaranya pun pulang ke rumah dengan cepat dan setelah itu dokter mengumumkan bahwa, dia sudah meninggal dunia," ujar salah seorang tetangga Yao.
Usai mendengar kematian puterinya, ibunda Yao langsung menangis, begitu pula saudaranya, Yao Deqing. Ibunda Yao langsung dibawa ke Hefei.
(AUL)
Perempuan dengan tinggi badan 233 centimeter itu meninggal di rumahnya yang terletak di Desa Shitang. Yao menyidap penyakit gigantisme kerana tumor di kelenjar bawah otaknya. Demikian, seperti diberitakan Telegraph, Rabu (5/12/2012).
Tumor itu ditemukan usai Yao kelelahan sehabis bermain basket dan diangkat pada 2006 silam. Meski demikian, Yao tetap mengalami gangguan kesihatan lain. Pada 2009, Yao sempat pingsan karena adanya pembekuan darah di otaknya.
Yao dinobatkan sebagai perempuan tertinggi di dunia oleh Guinness World Records pada Januari 2010. Perempuan itu sendiri berasal dari keluarga yang miskin dan tidak pernah terjangkau oleh bantuan pemerintah.
Pada pagi hari setelah Yao ditemukan meninggal dunia, para tetangga Yao mendengar teriakan ibunda perempuan tinggi besar itu. Peristiwa itu terjadi saat warga setempat sedang sarapan dan mereka pun langsung menghampiri rumah Yao.
"Saya melihat Yao terbaring di tempat tidur, namun dia tidak bernafas. Saudaranya pun pulang ke rumah dengan cepat dan setelah itu dokter mengumumkan bahwa, dia sudah meninggal dunia," ujar salah seorang tetangga Yao.
Usai mendengar kematian puterinya, ibunda Yao langsung menangis, begitu pula saudaranya, Yao Deqing. Ibunda Yao langsung dibawa ke Hefei.
(AUL)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar